Menebak strategi Tim Garuda menghadapi Thailand

Untuk kelima kalinya tim nasional Indonesia lolos ke Final Piala AFF 2016. Di final, Tim Garuda bakal menghadapi Thailand dengan menjadi tuan rumah lebih dulu di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Rabu (14/12). Sebelum final, kedua tim sudah pernah bertemu di penyisihan grup. Ketika itu, Indonesia harus mengakui keunggulan Thailand 2-4.

Indonesia dan Thailand memang memiliki sejarah panjang dalam sepakbola di Asia Tenggara. Tercatat, keduanya sudah pernah bertemu sebanyak 74 kali sejak tahun 1957. Pertemuan Tim Merah Putih dengan Thailand memang tidak terlalu bagus. Total 74 pertemuan dilakoni dengan 24 kemenangan untuk timnas Indonesia, 36 kemenangan untuk timnas Thailand, dan sisanya imbang. Dari catatan sejarah itu juga dua kali peluang Indonesia meraih juara dikandaskan Thailand, pada AFF (dulu masih bernama Piala Tiger) 2000 dan 2002.

“Thailand tim yang solid, tetapi tetap ada celah. Pelatih (Riedl) pasti sudah menganalisa itu,” kata legenda hidup timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto.

Perkataan Kurniawan ada benarnya. Sejarah memang tak pernah berbohong. Pertama, Indonesia pernah mengalahkan Thailand di semifinal Piala AFF 2012. Kedua, sejauh ini, faktanya, Pasukan Garuda menjadi satu-satunya tim yang mampu menjebol gawang The War Elephants, julukan Thailand, bahkan tak hanya satu gol tetapi dua.

Ditambah dua gol tersebut diawali dengan serangan sayap. Sedangkan Indonesia memiliki dua sayap mumpuni, Rizky Pora dan Andik Vermansyah. Hal itu bisa menjadi modal bagus di final nanti.

Lalu bagaimana susunan skuatnya? Bila melihat perjalanan di turnamen tahun ini, sang pelatih Alfred Riedl selalu menggunakan formasi 4-4-2 dan tak banyak mengubah komposisi sejak awal.

Penjaga gawang

Pada penjaga gawang mustahil rasanya menggantikan peran Kurnia Meiga. Ditambah tujuh penyelamatan gemilang diberikannya saat menghadapi Vietnam di semifinal. Belum lagi ini partai penentuan alias final, hampir tidak mungkin Riedl menggantik Meiga di pertandingan sepenting ini.

Belakang

Apiknya penampilan Fachruddin dan Hansamu Yama di partai semifinal, ada kemungkinan akan diturunkan kembali. Demikian dengan posisi bek kanan dan kiri, yang masih besar kemungkinan akan diisi Benny Wahyudi dan Abduh Lestaluhu untuk menghalau serangan-serangan Thailand yang tak jarang melalui sisi sayap.

Tengah

Posisi ini menjadi cukup vital melihat serangan-serangan Thailand juga sering membahayakan dari tengah, terutama second line mereka. Untuk meredam itu, Bayu Pradana masih akan tampil bersama Mahati Lestusen.

Sayap

Pada posisi ini rasanya tidak perlu diperdebatkan. Bila Rizky Pora dan Andik tidak mengalami gangguan cedera, hampir bisa dipastikan kedua pemain itu bermain sejak awal pertandingan.

Depan

Pada lini depan, Riedl sering kali otak-atik komposisi. Mulai dari Lerby dan Boaz, Ferdinand Sinaga dan Boaz. Kemungkinan lainnya justru Lilipaly yang akan bermain di dekat Boaz seperti halnya saat leg kedua jala jumpa Vietnam.

Apapun dan bagaimanapun komposisi yang diturunkan Riedl sudah menjadi hak sepenuhnya. Namun, permasalahan laten yang kerap dilakukan timnas sejauh ini yakni adalah melatih konsesntrasi dan fokus para pemain. Sebab, Indonesia sering kebobolan di menit-menit akhir pertandingan.

“Kita harus bermain disiplin, terutama pada penempatan posisi pada pertandingan ini. Disiplin ini mutlak mengingat Thailand merupakan tim komplet. Pergerakan tanpa bola pemain-pemain mereka pun sangat berbahaya,” ujar Bayu dikutip dari Bola.net

“Pertahanan harus lebih rapih, pertama konsentrasi. Kita juga berharap lini tengah dan depan bisa cetak gol lebih dulu,” sebut Ketua Asosiasi Pemain Professional Indonesia, Valentino Simanjuntak.

Menghadapi juara empat kali turnamen antarnegara Asia tengghara ini memang tidak mudah. Sekali lagi, mengutip kata Kurniawan yang bilang Thailand pasti memiliki celah. Dan Indonesia punya peluang bagus bermain di kandang. Patut untuk dinantikan hasil pertandingan ini malam nanti.

sumber foto: AFF Suzuki Cup 2016 Official

Tulisan ini pernah dimuat di merdeka.com (14/12) dan disunting ulang oleh penulis.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s