Memuji ramuan Alfred Riedl di Piala AFF

Lolos sebagai runner-up Grup B dan menjungkalkan laju tim nasional Vietnam, timnas Indonesia akhirnya melenggang ke final Piala AFF 2016 untuk kelima kalinya. Di final, Tim Garuda bakal meladeni Thailand (kandang-tandang), Rabu (14/12) dan Sabtu (17/12).

Langkah anak asuh Alfred Riedl bisa dibilang cukup terjal. Bagaimana tidak, laga pembuka penyisihan grup, Indonesia sudah harus bertemu dengan langganan juara, Thailand, dan kalah 2-4, (19/11) lalu.

Namun, perlahan tapi pasti, penampilan Boaz Solossa dkk mengalami peningkatan. Partai kedua penyisihan grup, Indonesia berhasil menahan imbang 2-2 Filipina, sebelum akhirnya memastikan lolos ke babak selanjutnya setelah mengalahkan Singapura 2-1.

Meningkatnya permainan Tim Merah Putih, tidak bisa tidak, berkat strategi ampuh Alfred Riedl. Di tengah keterbatasannya dalam menentukan skuat, pelatih Riedl tetap jeli memilih pemain sesuai kebutuhan untuk mengisi susunan formasi 4-4-2 yang menjadi senjata utamanya.

Pria pelit senyum itu sejak awal konsisten menggunakan formasi 4-4-2 dan mengandalkan serangan sayap. Rizky Pora dan Andik Vermansah dipercaya mengisi persan vital tersebut. Hasilnya, dua gol yang bersarang ke gawang Thailand di penyisihan grup berawal dari kedua sisi sayap. Meski, di pertandingan itu, lini tengah menjadi posisi paling disorot kesolidannya.

Duel selanjutnya Riedl berbenah, mengubah komposisi pemain. Semula, duet Stefano Lilipaly dan Bayu Pradana menjadi pilihan utama, di laga melawan Filipina, lini tengah diisi oleh Evan Dimas dan Lilipaly.

Faktanya, Indonesia mampu merapatkan barisan tengah sehingga membuat Younghusband dkk kerepotan. Walaupun, pelanggaran kecil yang harusnya tidak perlu masih sering terjadi. Hasilnya, dua gol Filipina tercipta lewat bola mati.

Riedl sepertinya masih belum puas dengan duet Evan dan Lilipaly. Di laga hidup mati, jumpa Singapura, lini tengah diisi oleh Evan dan Bayu. Cukup terlihat perbedaannya, di babak pertama meski tertinggal lebih dulu, serangan Indonesia sangat agresif sebelum akhirnya jebolan timnas U-19 itu harus ditarik keluar digantikan Ferdinand Sinaga demi mengejar defisit satu gol.

Di semifinal leg pertama menghadapi Vietnam, ada perubahan signifikan. Absennya Yanto Basna dan Fachruddin lantaran akumulasi membuat Riedl harus memutar otak. Hansamu Yama dan Manahati Lestusen yang belum pernah bermain selama penyisihan grup jadi pilihan.

Keputusan Riedl berbuah manis. Hansamu dan Manahati bermain apik. Bahkan, nama pertama, menyumbang satu gol pada laga yang berkesudahan 2-1 untuk Tim Garuda.

“Riedl bingung menentukan lini belakang (untuk siapa yang tampil di final). Dua-duanya main bagus,” ucap Wolfgang Pikal. “Hansamu dan Manahati pemain bagus. Mereka tahu menempatkan posisi,” katanya.

Bertandang ke Vietnam dengan keunggulan 2-1 nyatanya bukan perkara mudah. Ditambah sistem gol tandang membuat hal itu terasa kian berat. Tidur pelatih kelahiran Vienna, Austria, belum bisa nyenyak.

Namun bukan Riedl namanya kalau kehabisan akal. Bisa tampilnya Fachruddin kembali menjadi sebuah keuntungan tersendiri. Dirinya dipasangkan dengan Hansamu Yama, sedangkan Manahati ditarik sedikit maju bersama Bayu Pradana untuk menjadi benteng pertama sebelum barisan belakang Indonesia diganggu oleh serangan-serangan Vietnam.

Benar saja, Vietnam dibuat frustasi menggedor pertahanan dan lini tengah Indonesia. Hasilnya, The Golden Star, julukan Vietnam, harus mengakhiri pertandingan dengan kepala tertunduk setelah skor berakhir 2-2. Dan Indonesia lolos dengan agregat 4-3.

Menghadapi Thailand di final, tentu kita masih menebak-nebak apa yang akan dilakukan Riedl. Namun, bila melihat dari pertemuan pertama yang berlangsung di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, sudah seharusnya Indonesia harus bisa mencetak gol sebanyak mungkin demi mewujudkan impian merengkuh juara Piala AFF pertama kalinya dalam sejarah.

sumber foto: AFF Suzuki Cup 2016 Official

Tulisan ini pernah dimuat di merdeka.com dan disunting ulang oleh penulis, (14/12).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s