Analisa Sepakbola Ciamik ala Gus Dur

Dunia telah melahirkan banyak pemikir-pemikir ke muka bumi. Di Eropa ada banyak nama-nama pemikir seperti Aristoteles dan Sokrates dari Yunani, Jean-Paul Sartre dari Prancis, atau Bonaventura dari Italia dan masih banyak lain lagi yang tak mungkin saya sebutkan satu per satu. Dari sekian banyak yang lahir dengan pemikiran-pemikiran hebatnya, adakah yang berasal dari Indonesia?

Jawabannya, Ada. Pemikir itu lahir dari Jombang, Jawa Timur, pada tahun 1940. Siapa lagi kalau bukan Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur yang juga merupakan cucu dari pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asyari. Gus Dur juga dikenal sebagai seorang kiai besar, tidak hanya di Jawa Timur tapi juga di Indonesia. Soal pengetahuan agama sudah bukan hal yang perlu diperdebatkan lagi, karenanya ia dikenal sebagai seorang kiai.

Selain fasih soal agama-juga politik dan budaya-Gus Dur merupakan seorang pecinta sepak bola. Kecintaan Gus Dur kepada sepak bola tak lepas dari peran sang ayah, Abdul Wahid Hasyim, ketika dirinya masih kecil dan tinggal di Jakarta. Kegemarannya dengan sepak bola itu berlanjut ketika ia menggeluti dunia perkuliahan di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir. Ia juga aktif mengisi kolom-kolom sepak bola di beberapa media nasional.

Di harian Kompas contohnya, dalam artikel berjudul “Antara Kebanggan dan Kekecewaan” Kompas, (18/07/1994), beliau tak hanya mengulas banyaknya pertandingan saat Piala Dunia 1994, tetapi juga Gus Dur memberikan pemahaman tentang kehidupan manusia yang bisa diambil dari sepak bola.

Masih di media yang sama, artikel tentang final Piala Dunia 1994 antara Italia dengan Brasil diulas dengan begitu mendalam dan mendetil. Artikel tersebut berjudul “Mengendalikan, Tetapi Kalah” Kompas, (19/07/1994).

Wajar, wartawan olahraga senior Kompas, Sindhunata, menyebut Gus Dur sebagai pengamat sepak bola andal. “Ia (Gus Dur) kiai, negarawan, politikus, intelektual dan budayawan. Jangan lupa juga, ia masih memiliki predikat lain, sebagai pengamat sepak bola. Sebelum terganggu penglihatannya, Gus Dur adalah pengamat sepak bola andal,” kata Sindhunata dalam artikel berjudul: “Kesebelasan Gus Dur” seperti dikutip dari Merdeka.com

Menariknya, dalam berpolitik, Gus Dur kerap menggunakan istilah-istilah dalam sepak bola seperti Catenaccio dan Hit and Run. Pernah suatu ketika, Sindhunata, Romo Sindhu panggilan akrabnya, memberikan kritik masukan kepada Gus Dur melalui surat berjudul “Surat Buat Gus Dur (7/6/2000)” dan “Catenaccio Politik Gus Dur” (16/12/2000). Isinya tak lain adalah memberi kritik dan masukan padanya (saat masih menjadi presiden), hanya saja disampaikan dengan gaya bahasa dan istilah dalam sepak bola. Lantas, Sosok yang sering disebut sebagai Humoris Causa ini menjawab kritik masukan tersebut juga dengan istilah sepak bola: “Catenaccio Hanyalah Alat Berat” (18/12/2000).

“Pokoknya, semua teori sepak bola itu akan saya gunakan untuk situasi politik kita, dan Insya Allah cocok,” ucap Gus Dur sambil terkekeh.

Pemilik kebiasaan ceplas ceplos ini memang memiliki pemikiran-pemikiran begitu luar biasa, tak jarang justru menjadi kontroversi. Namun justru itu yang membuat pria asal Australia, Barton tertarik untuk menuliskan sebuah biografi Gus Dur dan diberi judul “The Authorized Biography of Abdurrahman Wahid”. Dalam buku tersebut, Barton juga menyelipkan kegemaran Gus Dur akan sepak bola. Bedanya Gus Dur memuaskan dirinya dengan sepak bola dengan cara mempelajari, menganalisis dan membedah permainan tim-tim sepak bola.

Gus Dur memang cerdik bin unik, sungguh beruntung kita memiliki mantan presiden yang juga menggemari-bahkan bisa disebut pengamat-sepak bola.

Saya menyebut dirinya seperti seorang Sergio Busquets, sedangkan Romo Sindhu menyebutnya seperti Johan Cruyff. Tetapi Gus Dur menyebut dirinya sendiri sebagai Paolo Rossi. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s