FC Midtjyland, Tim Ingusan yang Sukses dengan Metode ‘Moneyball”

Kekalahan Manchester United di fase knock-out Europa League membuat heboh dunia. Menjadi heboh karena: Pertama, Setan Merah-julukan Manchester United-kalah dari tim semenjana asal Denmark. Kedua, kemenangan tim semenjana ini diraih setelah baru 13 hari mereka merayakan sweet seventeen.

Tim ini masih belia umurnya, 17 tahun. Namanya juga sulit disebut-malah saya sering salah menulis ejaannya. Tapi pamornya kian hari makin melambung, terlebih usai mengalahkan Manchester United.

Apa yang dilakukan FC Midtjylland adalah buah kerja keras selama ini. Tidak ada pemain istimewa, pemain bintang, apalagi pemain mahal. Semua dilakukan secara kolektif, membangun semua dari bawah. Baru satu musim mengikuti kompetisi di divisi kedua Liga Denmark, tim berjuluk Ulvene atau dalam bahasa Inggris The Wolves, langsung promosi ke divisi utama Superliga Denmark.

Lalu di musim perdananya di Superliga Denmark, mereka membuat gebrakan dengan menempati posisi keempat musim 2000/01. Puncaknya adalah musim 2014/015 saat mereka keluar menjadi kampiun juara. Sungguh perjuangan yang luar biasa untuk tim yang baru terbentuk pada 2 Februari 1999 lalu ini.

Tetapi kunci kesuksesan ternyata ada pada sang pemilik klub, Matthew Benham. Pendekatan Benham didasarkan pada metode statistik ‘Moneyball’ yang lebih dulu diperkenalkan oleh tim Major League Baseball, Oakland Athletics, pada 1990-an. Anda pernah menonton film Moneyball yang dibintangi oleh aktor ternama Brad Pitt? Begitulah caranya kurang lebih.

Benahm juga tidak bekerja sendirian, ia bekerja sama dengan Rasmus Ankersen, kini menjabat sebagai Presiden klub. Dalam wawancaranya dengan Decorrespondent, Ankersen berkata, “kita tidak bisa mengalahkan mereka dengan membelian pemain. Jadi kita harus menglahkan mereka melalui pemikiran. Dan kita berpikir bahwa analisis yang cermat dari data liga, tim, dan pemain dapat memberi kita keunggulan.”Rasmus Ankersen

Ankersen juga membedakan cara bekerja scout atau pencari bakat. Menurutnya, cara bekerja scout akan lebih efektif bila tidak hanya mencari pemain itu bagus atau tidak. Tetapi lebih kepada kepribadian dan si psikologis si pemain.

“Scout melakukan pekerjaan yang berbeda di sini,” kata Ankersen. “Kami mengatakan kepada mereka: pekerjaan Anda adalah untuk tidak memberitahu kita apakah seorang pemain yang baik atau tidak. Kita sudah tahu itu. Scout perlu melihat apakah mereka cocok (bermain di sini), dilihat dari kepribadian dan sudut pandang psikologis.”

Sekadar informasi, Presiden mereka Rasmus Ankersen usianya beru menginjak 32 tahun. Hebat!

Selain soal pembinaan dan pencarian pemain, lagi-lagi Ankersen menggunakan metode yang menarik. Ia memanfaatkan bola-bola mati sebagai altenatif peluang lainnya untuk bisa mencetak gol. Sampai-sampai setiap bulannya mereka mengadakan pertemuan serius yang dihadiri oleh beberapa pemain dan Ankersen sendiri hanya untuk membahas soal bola-bola mati. Gileee, rapat bulanan cuma bahas tendangan bebas, Presidennya juga ngikut. Malahan, saking seriusnya soal bola mati, mereka pernah mendatangkan atlet american football.

Hasilnya? Coba Anda tonton kembali pertandingan saat menghadapi Manchester United. Babak pertama menit ke-10′, Midtjylland hampir membuka keunggulan lewat tendangan pojok. Atau saat melawan Sanders FC, di mana mereka telah kalah lebih dulu dan berhasil comeback dua gola lewat tendangan bebas.

Melihat apa yang dilakukan Midtjylland dengan menggunakan metode-metode berbeda dengan tim-tim lain, rasanya tim ini sudah tidak bisa dipandang sebelah mata lagi.

Tim ini memang lebih muda dari Memphis Depay, Anthony Martial, dan Jesse Lingard. Presidennya lebih muda dari Michael Carrick. Tapi…. ah, ya sudahlah, kalian juga tahu.

Selesai…

Sumber: Wikipedia/Whoscored/Decorrespondent
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s