Terheran-heran ketika Zidane jadi pilihan

Saat pertama kali Real Madrid memilih Rafael Benitez, saya menebak-nebak sendiri kalau itu enggak berlangsung langgeng. Paling lama juga sampai bulan Desember, itu juga sudah bagus. Meleset memang, tapi bener, toh, dipecat?

Lagian heran sama Madrid ini maunya apa? Dulu, pelatih sekaliber Fabio Capello yang berhasil bawa juara La Liga (2006/07) dipecat. Padahal, Capello bawa Madrid juara setelah puasa empat musim.

Lanjut lagi Bernd Schuster, menggantikan Capello, yang berhasil membawa Madrid juara La Liga dan Supercopa de Espana di musim perdana, ikut dipecat juga. Enggak perlu lama, Juande Ramos langsung menggantikan Schuster dan saat itu juga Madrid masuk angin.

Latah melihat penampilan menawan Villareal dalam kurun waktu 2004-2009, Madrid comot Manuel Pellegrini dari Kapal Selam Kuning-julukan Villareal-pada musim 2009/2010. Hasilnya lumayan, tapi Barcelona lebih superior waktu itu.

Tidak senang melihat sang rival berpesta, pria ubanan asal Chile pun didepak. Jose Mourinho ditunjuk menggantikannya. The Spesial One sukses menghadirkan trofi Copa del Rey kepada Los Blancos usai mengalahkan Barcelona 1–0 di partai final. Itu merupakan piala ke-18 untuk Madrid setelah 18 tahun terakhir. Piala itu juga gelar pertama Mourinho di Spanyol. Atas keberhasilannya, Mourinho kini menjadi pelatih pertama yang mampu meraih piala domestik di empat negara berbeda (Portugal, Inggris, Italia, dan Spanyol).

3 Mei 2012 adalah hari bersejarah untuknya, berhasil membawa Real Madrid juara La Liga (yang ke-32) sekaligus menahbiskan rekor sebagai pelatih pertama dalam sejarah yang juara di tiga kompetisi klasik Eropa (Premier League, Serie A, dan La Liga)[3]. Sekaligus menjadi manajer ketiga setelah Giovanni Trapattoni dan Ernst Happel yang memenangkan liga di empat negara berbeda. Sayang, entah karena tak tahan atau apa dirinya mengundurkan diri sebagai pelatih pada Mei 2013.

Setelah Mou mengundurkan diri, publik Madrid harap-harap cemas siapa yang bakal isi kursi pelatih. Jawabannya adalah Carlo Ancelotti, dan Sang Don menjawab: Dengan La Decima! Dan seperti biasa, dipecat musim selanjutnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s