Sepak bola adalah Pelajaran Hidup paling Sempurna

Sejatinya dalam kehidupan manusia di dunia selalu memiliki aturan yang terus menerus berada di sekeliling kita. Baik itu tampak atau tidak. Termasuk hal kecil yakni sepak bola. Aturan-aturan di dalam sepak bola dibuat tidak hanya untuk mengatur, mengarahkan, atau menjaga, namun untuk menjadikan sepak bola itu lebih hidup. Aturan sepak bola ternyata, kalau kita cermati lebih dalam, tidak hanya diperuntukkan untuk orang-orang yang terlibat di dalamnya, tetapi juga bisa digunakan untuk orang-orang di luar sana, yang tidak terlibat dalam sepak bola.

Bagi gue sepak bola tidak hanya sebuah aktivitas, kegemaran, atau sekadar hiburan. Sepak bola tidak sebatas kata kerja (sepak) dan kata benda (bola), tapi bagaimana filosofi dalam aturan-aturan sepak bola itu ada dan nampak.

Mulai dari kick off. Secara sederhana, kick off adalah tanda dimulainya pertandingan. Gue sering mengibaratkan kick off adalah awal hari. Saat bunyi priiiitttt dibunyikan dan bola sentuhan pertama terjadi, maka para pemain, pelatih, dan penonton memulai tanggung jawabnya. Pemain bertanggung jawab terhadap peran yang telah diinstruksikan pelatih. Pelatih bertanggung jawab atas sebuah tim, dan penonton bertanggung jawab atas dirinya sendiri-apabila tim pilihannya kalah, telak pula.

Seperti halnya pemain, kick off merupakan awal dari kegairahan. Mereka harus memiliki gairah besar saat kick off. Tujuannya adalah satu: GOL! Kita adalah pemain bola di atas lapangan kehidupan yang juga harus memiliki kegairahan di awal hari dan bertujuan sama, GOL! Coba sedikit bayangkan kalau para pemain tidak memiliki tujuan untuk mencetak gol, hanya oper-operan bola saja sampai 90 menit. Menjengkelkan, bukan?

Lalu saat menjalani hari-hari kehidupan gue sering menyamai dengan big match. Kita sering lihat pertandingan tim-tim kesayangan kita dalam laga bit match, kan? Pernah enggak Anda terheran-heran saat lawan tim kesayangan kalian melawan tim besar justru bermain sangat apik, tetapi ketika berhadapan dengan tim antah berantah justru malah pesakitan? Seperti itulah hidup, justru kita sangat siap dengan hal-hal besar, tetapi saat menghadapi hal kecil sering kecolongan. Bukankah Anda sangat membenci dengan hal yang namanya blunder?

Karena hidup ini adalah sebuah kompetisi. Anggaplah hidup kita adalah kompetisi Liga Inggris yang kita kenal sebagai kompetisi paling padat jadwal pertandingannya. Sampai-sampai libur natal dan tahun baru saja harus memainkan pertandingan. “Saya pikir kompetisi sangat penting. Kompetisi menghasilkan banyak hal yang baik dalam diri seseorang,” ucap Brian McBride. Jadi, apa yang salah dari kompetisi? Ingat kompetisi, bukan persaingan. Itu beda loh…

Setiap saraf dan darah yang mengalir dalam tubuh manusia sepertinya memang diciptakan untuk berjuang mencapai keunggulan paling maksimal. Kompetisi justru membantu seseorang untuk menemukan potensi terbesar dalam dirinya. Karenanya, keinginan untuk berjuang mencapai keunggulan dalam hidup tak boleh diabaikan.

Sekali lagi, kita adalah pemain sepak bola di lapangan kehidupan. Terkadang menggemaskan, karena kerap membuat blunder mengecewakan banyak pihak-pelatih, rekan satu tim, penonton, bahkan orang tua yang berharap-harap cemas di tribun penonton atau depan televisi. Selama kita mau membenahi satu per satu kesalahan, kita sudah berada dalam track yang benar untuk merengkuh juara.

Jika para provider menghargai tiap detik yang berjalan, maka sesungguhnya tiap detik kita lebih mahal dari itu. Ingat, setiap detik gol bisa saja terjadi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s