Sajak Galau Penggemar Manchester United

Tepat di pengujung tahun pria bernama Alexander Chapman Ferguson merayakan ulang tahunnya yang ke 74. Ia lahir pada 31 Desember 1941 di Shieldhall Road, Govan, Skotlandia. Berbicara soal Fergie, sapaan akrabnya, memang tidak habis-habis. Terlebih saat menjadi pelatih tim sebesar Manchester United. Membawa gelar juara 38 kali-berbagai kompetisi-dalam 26 tahun adalah bukti tidak perlunya panjang lebar untuk membahas kemahirannya.

Menempati peringkat 19 Divisi I (sebelum berubah nama menjadi Premiership 1992/93) adalah pekerjaan berat bagi Fergie. Datang dari kota antah berantah, minim prestasi, apalagi nama besar ternyata bukan halangan bagi dirinya.

Pagi itu, 7 November 1986, Fergie datang ke tempat gym para pemain Manchester di Kompleks Stadion Old Trafford. Pemain yang kala itu sedang berlatih, cukup bingung dengan orang satu ini. Fergie tanpa ambil pusing lantas berkata: “Dengar kalian semua, saya tidak peduli kalian siapa dan apa reputasi kalian. Saya adalah pelatih baru di klub ini, dan saya yang berkuasa di sini!”

Sosok otoriter dan disiplin tinggi membuat Manchester bangkit dari pusaran keterpurukan. Bagi para pemain pemilik kebiasaan mabuk-mabukan adalah neraka. Bagi para pemain pemilik kebiasaan telat datang latihan, adalah bermain di klub lain musim berikutnya. Bagi para direksi yang kerap datang ke kamar ganti, adalah pengusiran didapatnya.

“Jika ada yang bertanya bagaimana sikap saya tentang disiplin, saya hanya bisa menasihat: Jangan coba konfrontasi dengan saya,” ucapnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s