Rumah Cemara 1 vs PSSI 0

Untuk keempat kalinya, kalau tidak salah, gue punya blog baru. Gue hobi banget otak-atik blog karena memang tidak pernah puas dengan yang ada. Kali ini gue coba bikin blog baru ini dengan konsep semua tulisannya isinya cuma opini gue aja. Dan untuk tulisan pertama gue di sini adalah apa yang pernah gue publish di blog gue sebelumnya dan salah satu media online anak muda. Pastinya yang ini sudah gue edit dan update.

Harta yang paling berharga adalah keluarga
Istana yang paling indah adalah keluarga
Puisi yang paling bermakna adalah keluarga
Mutiara tiada tara adalah keluarga

Masih ingat nggak sama potongan lirik di atas? Atau ada yang belum tahu sama sekali?

Lirik di atas adalah merupakan potongan lirik dari film yang menggambarkan sebuah keluarga sederhana di era 90-an akhir sampai 2000-an awal. Film ini diangkat dari sebuah buku karangan Budayawan, Arswendo Atmowiloto, yang berjudul Keluarga Cemara. Tapi gue nggak akan menceritakan itu. Yang gue mau ceritakan adalah sebuah komunitas yang terinspirasi dari film itu. Karena gue akan jadi sangat soktau kalau menceritakan ulang karangan sekelas Budayawan!

Komunitas satu ini bukan komunitas biasa. Mereka berdomisili di Bandung. Mereka memiliki nama komunitas yang sama dengan judul film di atas. Yes, Rumah Cemara! Rumah Cemara adalah rumah tempat tinggal bagi para pengguna narkoba dan Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Rumah
ini memang memiliki tujuan untuk menjadi tempat yang aman serta nyaman bagi pengguna narkoba dan ODHA. Hal yang paling keren, menurut gue, Rumah Cemara memiliki konsep kekeluargaan bagi anggota komunitasnya, atau biasa disebut dengan family.

Kenapa mereka bukan sembarang komunitas? Karena mereka juga memiliki program bagi para anggotanya yakni program pelayanan dan program mobilisasi sumber daya. Program pelayanan sendiri yaitu Metadhone Maintenance Treatment (MMT) dan Rehabilitasi. MMT adalah program atau kelas bagi pecandu yang ingin berhenti dari pemakaian zat (terutama heroin), dan diganti dengan zat lain yang legal dan disubsidi pemerintah, yaitu metadhone. MMT sendiri diadakan oleh Rumah Cemara 2 kali dalam seminggu. Sedangkan Rehabilitasi adalah tempat pemulihan bagi orang-orang yang menjadi korban penyalahgunaan zat.

Pendiri Rumah Cemara

Awal tahun 2003 mungkin menjadi titik pijakan harapan bagi Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) yang ingin pulih, karena tepatnya 1 Januari 2003 Rumah Cemara itu berdiri. Rumah Cemara sendiri didirikan oleh 5 orang pecandu narkoba yang sudah pulih waktu itu. Salah satunya adalah Deradjat Ginandjar Koesmayadi atau biasa dipanggil Ginan. Ia adalah salah satu pendiri dari Rumah Cemara yang sudah hidup dengan HIV/AIDS sejak tahun 2000.

Ginan sudah berteman dengan narkoba sejak usianya 13 tahun. Minuman keras, ganja, putaw dll sudah ia cicipi dalam usia semuda itu. Ginan yang adalah mahasiswa di salah satu universitas swasta di Bandung, pernah hampir meregang nyawa di kampusnya akibat overdosis. Beruntung waktu itu ada yang menolongnya. Sampai pada tahun 2000 Ginan dinyatakan positif HIV/AIDS. Awalnya dia tidak percaya. Sampai pada akhirnya dia tes untuk kedua kalinya, hasilnya pun jelas sama.

“Karena tidak ada tempat yang aman dan nyaman serta kondusif bagi kami pengguna narkoba dan orang dengan HIV/AIDS untuk berbagi pengalaman, kekuata, harapan, serta informasi di antara sesama kami agar bagaimana kami bisa meningkatkan kualitas hidup kami, baik fisik, psikis, maupun secara spiritual,” tutur Ginan saat ditanya alasan mendirikan komunitas ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s